Selasa, 03 Juli 2018

Pengalaman Tes CPNS Dosen-Kemristekdikti~(Seri 1-TKD (Tes Kompetensi Dasar))

Sedikit berbagi cerita mengenai tes CPNS yang Aku ikuti beberapa waktu lalu....

Awal September 2017 diumumkan beberapa formasi kementrian dan 1 pemerintah daerah, termasuk Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (RISTEKDIKTI). Aku memutuskan untuk mendaftar di kemenristekdikti, setelah mempertimbangkan beberapa universitas yang membuka formasi untuk lulusan S2 Teknik Geologi, Aku akhirnya memutuskan untuk mengambil  Fakultas Teknik (Teknik Geofisika) Universitas Lampung pada formasi Dosen Lulusan Terbaik. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk mengambil instansi ini adalah karena lokasinya yang paling dekat dari daerah asalku (Jambi), ibuku juga menguatkan untuk mengambil di Lampung, karena ada etek (tante) yang berdomisili di daerah ini.

Aku mulai mengumpulkan persyaratan yang dibutuhkan untuk mendaftar CPNS, meskipun mengumpulkan hanya sebatas me-list dalam catatan harian hijau-ku, maklum kebiasaan the power of deadline. Akhirnya di tanggal 21 September 2017 barulah Aku mulai proses pendaftaran yang real-nya, dan ternyata prosesnya tak semudah yang dibayangkan. Beginilah kurang lebih step-stepnya:
  1. Membuat akun di https://sscn.bkn.go.id/, pembuatan akun ini Aku coba berkali-kali karena servernya yang lagi sibuk dan beberapa kali gagal, ini efek mengerjakan sesuatu di batas waktu :D, hehe. Pada website tersebut, kita diminta untuk memasukkan NIK dan No. pada kartu keluarga, ini dimaksudkan agar pelamar hanya mendaftar pada 1 formasi. Setelah itu, kita diminta memilih kementrian tujuan, Aku meng-klik kemristekdikti. Setelah pemilihan tersebut, kita di alihkan ke website khusus cpns kementrian.
  2. Setelah berhasil membuat akun di situs tersebut, kita di alihkan ke situs http://cpns.ristekdikti.go.id/, pada situs ini kita diminta login kembali dengan memasukkan NIK dan password. Akan tetapi ternyata login di website ini lebih sulit lagi. Aku menunggu kurang lebih 2x24 jam, baru berhasil login pada website tersebut, Alhamdulillah. Di website ini kita diminta memilih universitas tujuan, serta jurusan yang akan dipilih. Kita juga bisa melihat jumlah pelamar saat ini yang mendaftar pada formasi yang kita pilih. Saat Aku mendaftar jumlah pelamar saat ini ada 2 pelamar, 3 termasuk Aku. Akhirnya proses pendaftaran online selesai pada tanggal 23 September 2017. Pelajaran 1, lebih baik mendaftar akun sedini mungkin, untuk menghindari server sibuk jelang deadline.
  3. Setelah itu Aku mulai mengumpulkan dan menyusun berkas yang akan dikirimkan, dengan deadline akhir pengiriman pada tanggal 25 September 2017. Beberapa persyaratan yang dipersiapkan adalah: surat lamaran yang ditulis tangan dan ditempel materai 6000, pas foto 4x6 (4 lembar), fotokopi KTP, asli bukti pendaftaran online yang telah ditandatangani, fotokopi ijazah dan transkrip yang telah dilegalisir, serta surat keterangan akreditasi prodi dan perguruan tinggi. Semua berkas dimasukkan ke dalam map merah dan dikirimkan ke kampus tujuan. Aku mengirimkan semua berkas tepat di hari terakhir pengiriman, 25 September 2017. Saatnya menanti pengumuman kelulusan berkas. Pelajaran 2lengkapi berkas yang dibutuhkan, dan segera kirimkan, hindari the power of deadline.
  4.  Pengumuman kelulusan berkas keluar pada tanggal 7 Oktober 2017, saat itu Aku sedang berada di lokasi pengabdian, Teluk Kenali. Salah seorang teman mengirimkan file pengumuman kelulusan berkas di instansi yang Aku lamar. Akan tetapi, namaku tidak tercantum disana, Aku tidak lulus berkas.
  5. Tak lama setelah pengumuman ini Aku sakit, Vertigo kata dokter. Kurang lebih 10 hari Aku istirahat di rumah, memang benar-benar tidak sanggup untuk membuka laptop dan belajar Tes CPNS. Di titik itu, ada rasa syukur di hatikunamaku tidak tercantum pada kelulusan berkas, Sepertinya, Allah memintaku untuk istirahat di rumah. Pelajaran 3selalu positive thinking sama Allah, karena rencana Allah selalu baik.
  6. Bi iznillah, tanggal 26 Oktober 2017 keluar pengumuman susulan kelulusan berkas untuk 14 orang, dan namaku tertera disana. Alhamdulillah ‘ala kulli haal Ya Allah.
  7. Ujian Tes Kompetensi Dasar (TKD) dengen sistem CAT (Computer Assisted Test) dijadwalkan pada tanggal 28 Oktober 2017 sesi VI (18.30-20.00). Waktu yang sangat mepet sekali, mengingat Aku hanya memiliki waktu 1,5 hari untuk mempersiapkan semuanya ditambah lagi kondisi tubuhku yang sedang kurang fit setelah sakit kurang lebih 10 hari. Akhirnya dengan diantar adik, Aku pergi ke lokasi tes pada pukul 16.00. Aku berharap masih bisa belajar di lokasi tes. Ternyata Aku salah, di lokasi tes suasananya benar-benar tidak pas untuk belajar, suasananya terlalu ramai. Dberanda tempat tes terdapat 1 monitor besar yang menampilkan live score TKD peserta yang sedang ujian. Disana terpantau pergerakan score peserta seiring berjalannya waktu untuk mengejar passing grade yang ditentukan. Hal ini membuat para pengamat riuh, benar-benar berasa seperti suasana menonton pertandingan sepak bola. Aku memilih duduk agak jauh dari monitor, badanku masih gemetar, masih bersisa efek sakitnya. Setelah registrasi dan menonton video tata cara ujian CAT, Aku menuju masjid untuk shalat maghrib. Usai shalat maghrib, kami langsung diarahkan ke ruang ujian. Ruang ujian tersebut kurang lebih berisi 20 komputer, dikarenakan sesi VI hanya terdiri dengan 13 orang peserta, kami diminta untuk memenuhi sisi bagian depan saja. Pengawas ujian yang berasal dari BKN Pusat memberikan arahan mengenai tata cara ujian, lalu kami diminta memulai secara bersama-sama. Ujian berlangsung 90 menit dan terdiri dari 100 butir soal dengan rincian (TWK/Tes Wawasan Kebangsaan 35 soal, TIU/Tes Intelegensia Umum 30 soal, dan TKP/Tes Karakteristik Pribadi 35 soal). Aku memilih menyelesaikan soal TKP terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan TWK dan terakhir TIU. Strategi ini sengaja Aku pilih terkait dengan manajemen waktu, kerjakan soal yang mudah terlebih dahulujika ada soal yang sulit dan panjang, lebih baik ditinggalkan dulu (Pelajaran 4). Akhirnya 90 menit berlalu, layar komputer otomatis menutup tampilan soal, tertera score akhir di layar TWK=70, TIU=100, TKP=162, beserta tulisan “Terimakasih Anda telah selesai melaksanakan TKD”, tulisan ini khusus untuk formasi khusus. Untuk formasi umum biasanya tertera tulisan lulus/tidak lulus passing grade.
Tampilan Website Kementrian

*****
Usai maghrib tanggal 9 November 2017, masuk WA dari Kak Rizka (salah seorang dosen geofisika di jurusanku), “Selamat Rahmi, tinggal satu orang, Lampung nih”, tulis kak Rizka sambil mengirimkan attachment file Universitas Lampung (UNILA). Aku lulus dan Alhamdulillah Kak Rizka lulus juga di ITERA-Lampung. Bismillah, one step closer

1 komentar:

  1. Congratsulation...

    Trimakasih sudah share pengalamannya.

    BalasHapus